*Allah Kuasa Makhluk Tak
Kuasa*
Kamis, 07 Juni 2012
Rabu, 06 Juni 2012
Adab Kepada Allah SWT
ALLAH SWT adalah Dzat yang selalu menyertai
kita dimanapun kita berada,dirumah,dalam perjalanan, ketika terjaga & juga
tidur, ketika hidup maupun setelah meninggal; DIA (ALLAH) selalu mengawasi gerak
gerik kita, mendengarkan bisikan & permohonan kita.
Untuk lebih mengenal ALLAH SWT, sehingga tidak
ada yg kita cintai selain ALLAH, tidak ada yg kita takuti selain ALLAH, tidak yg
kita mintai kecuali ALLAH & tidak ada yang kita maksud (tuju) kecuali ALLAH
maka perlunya kita mengetahu adab-adab kita kepada ALLAH kemudian mengamalkan
& menjaganya setiap hari & setiap saat diantaranya :
- Menundukan wajah / muka & menjaga pandangan
- Meluruskan tujuan & bersandar hanya kepada ALLAH dalam setiap amalan
- Bersikap tenang & banyak diam dari perkataan yang sia-sia
- Cepat-cepat didalam melaksanakan perintah & menjauhi larangan agama
- Tidak menentang dalam perkara yang telah diputuskan ALLAH (Qodar) walaupun kita tidak menyukainya
- Berusaha selalu mengingat ALLAH & memikirkan keagungannya
- Berusaha membela yang haq & menentang yang batil
- Memutuskan rasa thoma' (pengharapan) kepada mahkluk
- Tawadhu' (rendah hati) semata-mata karena takut kepada ALLAH
- Tidak condong & terlau percaya kepada usaha-usaha keduniaan semata-mata hanya karena yakin & percayan kepada jaminan ALLAH dalam masalah rezekinya
- Selalu menghadirkan perasaan takut karena belum bisa menunaikan hak- hak ALLAH secara sempurna
Dalam beramal, adab-adab atau tertib beramal
tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan, karena amalan yang baik kalau tidak
dikerjakan dengan adab / tertib yang betul, maka amalan tersebut akan rusak
& tidak ada faedahnya.
Karenanya catatan diatas mengajak kepada kita
semua untuk menjaga adab / tertib dalam beramal sehingga apa yang telah ALLAH
berikan kepada orang-orang terdahulu akan ALLAH berikan juga kepada kita
semua.
Disalin dari kitab risalah ilmu & tertib oleh : TIM Bahsul Masail pon-pes AL - FATAH ,Temboro - Magetan.
Copyright © 2011, Allah Kuasa Makhluk Tak
Kuasa
Selasa, 15 Mei 2012
Hari
ni ktika kita mndpat musibah mka kita kan mnganggap Alloh tdak adil,
tnpa prnah brpkir ap yg tlah kita buat shingga Alloh mmbrikan musibah
kpda kita....
Stiap Musibah yg d.tmpakan kpda kita tdak lain krna
prbuatan kita sendiri sbab stiap ap yg kita lkukan tdak prnah kita pkir
apkah ni dpat mmbuat Alloh murka or tdak...
Pernakah kita berpkir bhwa Alloh slalu mncintai umat ini...??. Alloh Ta'la tdak kan prnah bosan mncintai & mnyayangi kita Umat Akhir Zaman di bndingkan dgn Umat terdahulu. cntohnya Umat terdahulu hnya mlanggar 1 printah Alloh mka Alloh lngsung mnimpakan adzab kpda mereka sdangkan kita hari ini stiap saat bhkan brbagai mcam printah Alloh kita langgar & mngerjakan sgala apa yg di larang Alloh. Alloh tdak serta merta mnurunkan adzab kpda kita......
Rabu, 09 Mei 2012
Pesan Umar Bin Khatab R.a.
Sebelum pulang ke hadirat Tuhannya, Allah SWT; “khalifah” Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a telah berpesan, agar sepeninggal dirinya “Umar ibnul Khattab” bersedia
diangkat oleh kaum muslimin sebagai pengganti dirinya. Umar terpaksa
menerimanya, lantaran dirinya takut ditanya dan dimintai
pertanggung-jawaban oleh Allah SWT; Mengapa ia menolak permintaan Abu
Bakar dan lari dari situasi yang sulit dan kewajiban yang diamanahkan
kepadanya. Selanjutnya setelah dibaiat oleh kaum muslimin Umar berpidato
dihadapan mereka: “Wahai sekalian manusia, aku telah diangkat
sebagai pemimpin kalian. Sesungguhnya aku bukanlah yang terbaik dari
kalian dan bagi kalian, sedangkan aku adalah yang paling keras di antara
kalian dalam menangani urusan-urusan kalian, dan kalaulah boleh
tentulah aku tidak akan mengurusi urusan kalian; cukuplah bagi Umar
menunggu dan menghadapi hisab bagi dirinya sendiri.”
Kemudian Umar menengadah ke langit seraya berdo’a: “Allahumma ya Allah, sungguh aku ini adalah orang keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku. Allahumma ya Allah, sungguh aku adalah hamba-MU yang lemah, maka berilah aku kekuatan. Allahumma ya Allah, sungguh aku adalah orang yang kikir, maka jadikanlah aku orang dermawan yang bermurah hati.”
Lalu Umur menyambung ucapannya kepada segenap kaum muslimin: “Wahai sekalian manusia, Allah telah menguji kalian dengan diriku dan menguji diriku dengan kalian. Sepeninggal sahabatku, aku sekarang berada di tengah-tengah kalian. Tak ada persoalan kalian yang harus aku hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain dari diriku sendiri; dan tak ada yang hadir disini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat. Kalau mereka berbuat kebajikan, maka aku akan membalasnya dengan kebajikan, akan tetapi kalau mereka melakukan kejahatan, maka terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka.”
“Saudara-saudara, aku tidak akan membiarkan seseorang berbuat zalim kepada orang lain atau melanggar hak orang lain. Pipi orang itu akan ku-letakkan sebelah di atas tanah dan yang sebelah lagi akan ku-injak sampai ia mau kembali ke jalan yang benar. Sebaliknya bagi orang-orang yang bersih dan mau hidup sederhana, maka sebelah pipi-ku akan ku-letakkan di atas tanah untuk menolong mereka. Saudara-saudara berhak menegur dan menuntut saya, jika ada hak-hak saudara yang terabaikan dan tidak terpenuhi, padahal aku sanggup melakukan dan memenuhinya.”
“Saudara-saudara, bertakwalah kepada Allah, bantulah dan bekalilah saya dengan nasihat-nasihat saudara sehubungan dengan tugas yang dipercayakan Allah kepada saya untuk kepentingan kalian semua. Demikianlah apa yang sudah saya sampaikan; Semoga Allah mengampuni kita semua.”
Selesai berpidato Umar bin Khattab lalu turun dari mimbar, kemudian melaksanakan sholat dan menjadi imam bagi semua yang hadir pada saat itu. Wallahua’lam.

Kemudian Umar menengadah ke langit seraya berdo’a: “Allahumma ya Allah, sungguh aku ini adalah orang keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku. Allahumma ya Allah, sungguh aku adalah hamba-MU yang lemah, maka berilah aku kekuatan. Allahumma ya Allah, sungguh aku adalah orang yang kikir, maka jadikanlah aku orang dermawan yang bermurah hati.”
Lalu Umur menyambung ucapannya kepada segenap kaum muslimin: “Wahai sekalian manusia, Allah telah menguji kalian dengan diriku dan menguji diriku dengan kalian. Sepeninggal sahabatku, aku sekarang berada di tengah-tengah kalian. Tak ada persoalan kalian yang harus aku hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain dari diriku sendiri; dan tak ada yang hadir disini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat. Kalau mereka berbuat kebajikan, maka aku akan membalasnya dengan kebajikan, akan tetapi kalau mereka melakukan kejahatan, maka terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka.”
“Saudara-saudara, aku tidak akan membiarkan seseorang berbuat zalim kepada orang lain atau melanggar hak orang lain. Pipi orang itu akan ku-letakkan sebelah di atas tanah dan yang sebelah lagi akan ku-injak sampai ia mau kembali ke jalan yang benar. Sebaliknya bagi orang-orang yang bersih dan mau hidup sederhana, maka sebelah pipi-ku akan ku-letakkan di atas tanah untuk menolong mereka. Saudara-saudara berhak menegur dan menuntut saya, jika ada hak-hak saudara yang terabaikan dan tidak terpenuhi, padahal aku sanggup melakukan dan memenuhinya.”
“Saudara-saudara, bertakwalah kepada Allah, bantulah dan bekalilah saya dengan nasihat-nasihat saudara sehubungan dengan tugas yang dipercayakan Allah kepada saya untuk kepentingan kalian semua. Demikianlah apa yang sudah saya sampaikan; Semoga Allah mengampuni kita semua.”
Selesai berpidato Umar bin Khattab lalu turun dari mimbar, kemudian melaksanakan sholat dan menjadi imam bagi semua yang hadir pada saat itu. Wallahua’lam.
Langganan:
Postingan (Atom)
